
Tebak Juara 1 & 2 GP Siverston dan Selisih Waktunya

Tebak Juara 1 & 2 GP Siverston dan Selisih Waktunya

Fotonya terang ? Jelas orang pake kamera beneran bukan kamera hp! Thx to bro Julius ! *(Bukan samuel julius)
Acara Rutin yang makin banyak peminatnya
Acara touring jarak dekat DDOCI sebenarnya adalah Jakarta – Puncak (Breakfast) atau Jakarta – Bandung (1 hari menginap) tapi berhubung banyak anggota yang sibuk maka pilihanya cuma sampai puncak aja. Oh ya karena peminatnya semakin banyak maka peserta touring jarak dekat tidak saja diikuti oleh anggota DDOCI tapi juga non DDOCI seperti rekan dari Superbike Night Riding Community (Bro Irwan dengan CBR 600RR JDM dan Bro Prabu dengan CBR 1000 Repsol maupun beberapa teman dari BMW dan HD) makanya acara ini disebut DDOCI & Friends

Semua menggunakan safety gear lengkap kecuali Mbah dukun yang telah dilengkapi jimat ilmu kebal
Berankat jam 5 Pagi dari Citos, jam 9 Pagi sudah sampai citos lagi !!!
Yup peserta Touring jarak dekat sudah tiba di citos pukul 4.30 pagi. Teng jam 5 langsung jalan. Nggak seperti biasanya peserta on time. Ini karena semata mata buat menghindari Macet di daerah depok dan Gadok. Dengan asumsi lama perjalanan adalah 1.15 – 1.30 menit berangkat dan 1.30 – 2 jam pulang. Bro Jade sebagai presidente DDOCI jadi road captain naik Superbike 999. Di dalam rombongan adalah bro Julius dengan Street Fighter, Mada dengan Monster 696, Satri Monster M600, Dimas dengan Superbike 848, sementara bro Irwan CBR 600 dan Prabu CBR 1000 berada di kelompok belakang namun mereka hanya sampai bogor karena harus kembali ke jakarta sebelum pukul pagi. Sebagai Sweeper naik Multistrada siapa lagi kalau bukan Mbah Dukun yang tercinta ini
kloter kedua dengan jalur berbeda adalah Bro Rudi ST3, Bro Willie Streetfighter dan Bro Iwan berangkat bersama komunitas BMW. Sampai di puncak pas pukul 6.30 – Breakfast dan santai2 sebenter langsung kembali kejakarta lewat rute yang sama. Sekitar pukul 9.15 Konvoi sudah sampai di Citos
lumayan deh …
Thx Buat bro Irwan + I Phone 3GS nya!
Ini tambahan dari acara Safety riding bersama DDOCI. Bro Irwan merekam menggunakan IPhone 3gS di atas CBR600RR mengikuti bro Satri – Monster M600, Willy – Streetfighter S dibawah panduan bro Dimas. Gimana caranya ? Gampang, tinggal tempelkan I Phone di dalam helm dan rekatkan dengan double tape. Cuma ini nggak disarankan saat kecepatan tinggi
oh ya, kenapa ujan? inget saya dukun beranak bukan pawang hujan
img class=”alignnone” src=”http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs552.ash1/32187_1449385163511_1499694850_1154530_6025234_n.jpg” alt=”" width=”604″ height=”453″ />
Kok malah mirip iklan marlboro dengan magnificent 7 ya ?
Untuk kesekian kalinya DDOCI mengadakan “Track Day” Bareng Sahabat
Kamis pagi, cuaca cerah
(meski siangnya hujan lebat) atas arahanPresidente DDOCI Bro Jedi diadakanlah even “Track Day” DDOCI dan Friend. Yang dimaksud disini adalah meski acaranya DDOCI tapi bikers non DDOCI monggo gabung. Salah satunya Bro Taufik TMC yang di undang buat jajal Superbike 999 milik bro Jedi. Bro Irwan dari Vendeta dengan Honda CBR 600RR JDM 09 nya dan Dimas yang menjadi instruktur dadakan, berhubung H.Dyan dilato justru lupa dihubungi

Intrukturnya “Alay” nih !
Bro Dimas yang jadi istruktur dadakan
Masih inget artikel ini nah track day kali ini diikuti beberapa “Newbee” yang memang baru 1-2 kali turun ke sirkuit. Kendati sulit memahami ucapan bro dimas
yang berbicara menggunakan bahasa sansekerta dan urdu tetapi intinya pembalap termuda superspot ini berusaha menjelaskan teknik menikung dan menggeber motor di sirkuit. Cilakanya kalau benar benar diikuti oleh biker “Newbee” ini bisa bisa bukan lap time yang didapat, tapi malah Ndlosor
soalnya teknik bro dimas yang mengandalkan rear wheel slider – steering ini sangat sulit dilakukan sekalipun oleh biker yang berpengalaman! Untungnya karena kebanyakan peserta nggak paham bahasa yang dipergunakan
jadi teknik lama kembali digunakan yaitu memandu motor mengelilingi sirkuit sekaligus menjelaskan teknik dasar mengendarai motor di sirkuit !

hmm mau pindah aliran nih jadinya
Bro Taufik yang langsung klop denga Superbike 999
Seperti biasa rombongan DDOCI selalu setia dengan tradisi “Jam Karet” membuat bro Irwan dan bro Taufik menunggu cukup lama
akhirnya pas rombingan tiba, bro taufik langsung diperkenalkan dengan Superbike 999, mas bro ini ternyata sempat ragu mengingat pengalaman buruk denga 848 (tinggi nya itu lho) eh ternyata 999 malah lebih pendek dari CBR600RR bro bonda yang di jajal masbro ini minggu lalu. 1 lap, 2 lap , 3 lap eh ternyata bro Taufik langsung klop dengan 999. memang catatan waktu nggak dicatat lewat transponder tapi menurut pengamatan bro Codet (mekanin pribadi matteo) bro taufik main di sekitar 2 menit 7 detik – 2 menit 13 detik
padahal bro taufik datang dalam kondisi badan agak demam dan perut mual-mual (alasan yang sama dipakai waktu mau pulang buru buru) Disaat rehat sepertinya bro taufik tertarik sangat dengan CBR 600RR milik Irwan … hmm apakah pertanda bro taufik mau pindah ke aliran Supersport atau Superbike sekalian ? only time will tell

Makan siang dulu …

This is how he do it … pembalap yang dijuluki “alay” ini cuma kalah dari Fadli dalam urusan menikung

Postur 1.77 dimas memang cocok diatas sasis Superbike 848

Pembalap 17 tahun ini lebih memilih foot peg standar ketibang vers racing, but no problemo !

Bermodalkan termignoni slipon dan ecu semi racing – waktu 1.34.5 gampang di tembus
Terimakasih kepada bro Bona atas Foto Fotonya
Mantan pengurus DDOCI yang juga blogger dan juga pembalap superbike ini memang ahli juga foto grafi. Nah sekaligus menyambung lidah beliau, yang memberi masukan berharga …
“The most beautiful bike on the grip, Harlan Fadilah AHRS Suzuki. Look at that stunning color. Note to Ducati Indonesia, be more creative with the livery will you!
Iya juga sih, soalnya kayaknya cuma tim Ducati indonesia yang liverinya paling amburadul (motor di cet pake pilox dan cat tembok, suer ga becanda!) dibanding tim-tim lainya, padahal tim DIRT merupakan satu satunya tim pabrikan yang berlaga di indospeed plus dilengkapi tim spiritual pula

Harlan Fadhilah diatas AHRS Suzuki – menurut bro bona ini yang liverinya terbaik, setuju !

Suasana santai akhir pekan di SCBD sore hari
Seperti biasa kumpul di SCBD
Yup untuk pertama kalinya DDOCI mengadakan acara Saturday Afternoon Ride and Dinner
kumpul di SCBD dan bersantai sambil menunggu anggota lain tiba!

Penarikan undian DDOCI
Sambil Santai melakukan penarikan Undian DDOCI
Nah, kali ini giliran bro Ubay dan Erick yang melakukan penarikan undian DDOCI tahap II. 3 orang yang beruntung akan mendapatkan kaus Ducati DDOCI
Siapakah pemenangnya? Tunggu jawabanya di artikel berikutnya

Meski perut lapar tapi gaya dulu dong !
Sampai juga di Nasi Bebek Ginyo !
Perjalanan dari SCBD via tanah kusir menuju Bintaro lumayan jauh dan melelahkan. Tapi ini karena faktor macet dan udara panas, nggak masalah karena toh DDOCI untuk kesekian kalinya (mudah mudahan makin sering) mendapat undangan gratis, kali ini giliran Nasi Bebek Ginyo yang berada di kawasan Bintaro !

Wajah wajah lapar …

Ini dia … Bebek Goreng Ginyo … MakNyus !!!
Bebeknya tidak terasa “aroma bebek” tapi sangat Maknyus !!!
20 porsi dihidangkan, padahal anggota DDOCI yang datang cuma 12 orang
nggak masalah! (bagus malah) jadi hidangan yang Maknyuss ini bisa dapet 2 porsi! Hidangan bebek goreng + terong balado dan lalapan benar benar nikmat. Belum lagi ditambah sambal khas bebek Ginyo huah pedas dan nikmat !!!!

Tong, Sabar Tong !

Cabe Khas Bebek Ginyo !

Masih belum puas, Ngafe dulu di Oh La la … Gratis juga !!!
Makan malam gratis, Ngafe juga gratis ! Dasar !!!
Beberapa anggota melanjutkan perjalanan, kali ini Ngafe di Oh La La pondok indah, kebetulan owner dari Cafe ini adalah bro Mada, maka artinya : Ngafe Gratis !!! Blue Ocean, Ice Caramel dan Strawberry Shakes menjadi alat penghilang dahaga paling mujarab. Beberapa anggota yang masih lapar juga turut pesan makanan, mulai dari Croissant Sandwich, Tuna Salad hingga Pasta …
PEMENANG KUIS DDOCI PERIODE I – (3 KAOS RESMI DUCATI OWNERS CLUB INDONESIA)
hadiah 3 buah T-Shirt DDOCI Periode I
Bro Jedi mengundi bersama bro Mada
3 nomor undian yang beruntung
INILAH 3 NAMA YANG BERUNTUNG MENDAPATKAN HADIAH T-SHIRT DUCATI DDOCI

Suasana sarapan di karang anyar
Setelah Menikmati Liburan Long Weekend di Djogjakarta Rombongan bersiap pulang
Setelah malam terakhir di Djogja menyempatkan makan malam di Jimbaran yang berlokasi di dekat hotel Hyatt rombongan kembali kehotel untuk mempersiapkan perjalanan menuju pulang kembali kejakarta. Meski banyak juga yang masih sempat nongkrong di Coffe Shop Hotel untuk bersantai sejenak sekaligus ngobrol ngobrol. Disamping itu juga bertepatan dengan ulang tahun Waketu DDOCI bro Iwan Rusmin
soal umur sepertinya harus dirahasiakan soalnya belum minta ijin sama yg berulang tahun

Bro Iwan N yang berulang tahun !

Sebelum menuju arah pulang rombongan makan siang di Pring Sewu
Perjalanan pulang dan Prosesi Loading
Rombongan sesaat sebelum pulang menyempatkan diri makan sian di Piring Sewu. Bahkan bagi yang belum kenyang sekaligus mencari snack warung warung sektitar selama perjalanan menjadi tempat persinggahan. Sampai di meeting poin dengan Back Up Car DDOCI, kemudian motor motor Ducati tersebut kembali dinaikan ke truk – storing car. Hal ini rutin dilakukan karena pertimbangan rute yang tidak bersahabat untuk sebagian motor, khususnya jenis Superbike yang memiliki ground Clereance Rendah dan menggunakan ban Semi Slick !

Bro Rudi yang mendadak jadi tukang penjaga warung

Proses Loading Ducati menuju Jakarta

Persiapan Touring
Sebelum keberangkatan Touring ke Djogjakarta, pengurus DDOCI dan beberapa anggota mendiskusikan tempat penginapan setibanya di Djogjakarta. Maklum karena long weekend mencari penginapan justru lebih sulit dibanding menghadapi rute touring itu sendiri. Namun akhirnya diputuskan untuk menginap di Hotel Grand Hyatt Djogjakarta

Proses Loading, 16 motor, Gempor gan !Dalam touring resmi DDOCI kali ini tercatat ada 16 motor yang ikut. Sebelum memulai perjalanan motor diangkut di SCBD sebelum di unload di Cikampek. Wuihh motor 200kg x 16 motor, gempor gan ! Kecuali Indobikers dan Bro Oktav yang memilih jaga markas, seluruh pengurus DDOCI ikut berangkat ke Djogja. Tercatat berbagai tipe Ducati Ikut serta. Diantaranya adalah :
Foto Foto Touring Lewat Black Berry

Berapa anggota DDOCI sedang beristirahat di rumah makan

Ndak Jelas apa yang dilakukan Pak Ketua bersama Pak Eko dan Bu Eko

Deretan Motor Ducati di hotel Grand Hyatt Djogjakarta

Kendati mendung peserata antusias menyiapkan motornya

Safety Riding Kali ini diikuti 2 Superbike 848, 2 Superbike 996, 2 Multistrada dan 1 Superspot
Antusiasme Besar dari Peserta
Hujan lebat dipagi sabtu sempat membuat peserta safety Riding sulit bangun
wajar, kan enak nyumput didalam selimut! Namun laporan dari Bro Rizal yang datang paling pagi mengatakan cuaca sentul cukup cerah membuat peserta menjadi semangat! Wake up dan langsung gas poll naik mobik kesentul. Cukup rame, karena selain diikuti oleh 9 anggota DDOCI, beberapa komunitas R-15 juga turut serta!

Haji Dyan memberi tips menghadapi lintasan licin

Dimas (Ducati Indonesia Racing Team) Memperagakan Whillie di kecepatan sangat rendah , jangan ditiru !
Pada Prinsipnya Safety Riding bukan Track Day
Memang mayoritas anggota DDOCI sudah terbiasa dengan One Make Race ataupun Track Day. Namun safety riding bukanlah Trackday dimana Lap Time menjadi faktor utama. Safety riding justru dititik beratkan ketika bikers berada di jalan umum dan menambah skill untuk menghadapi bahaya jalan raya. Maklum tak peduli seberapa hebat skill kita diatas motor dan di sirkuit, jalanan Jakarta tetap memiliki resiko besar, mulai dari Angkot, Bis hingga lubang yang berfungsi bak ranjau darat. Disinilah esensi yang didapat dari Safety riding. Kini Safety Riding merupakan even rutin DDOCI yang diadakan setiap bulan. Jadi jangan cuma meningkatkan laptime saja, tapi skill menghindari bahaya di jalan umum kudu di asah !
Komentar Terakhir