DDOC Jawa-Bali Tour Des’07… Day 3

Pada hari Jumat (21/12) tanpa diduga, kita mendapat wake up call jam 3 pagi. Padahal rencana berangkat masih jam 430.

Setelah siap2 dan membawa beberapa potong roti dari hotel, kita berangkat sekitar jam 5 pagi. Maksudnya agar bisa menghindari antrian kendaraan di Sidoarjo, lokasi lumpur Lapindo. Sekitar jam 530an kita tiba di sisi tanggul lumpur Lapindo & menyempatkan foto2 disitu.

berangkat jam 5

tanggul sidoarjo


Lanjut perjalanan, di sekitar Probolinggo berhenti sejenak untuk toilet break. Surprised juga melihat ada semacam museum motor antik kecil di SPBU tersebut.
museum di SPBU

motor antik

Lanjut lagi kita sarapan di dekat Lumajang (desa Klakah) sekitar jam 730an. Warga disitu juga curious dengan motor kita, dan juga ramah2.
sarapan di lumajang

warga lumajang

Setelah sarapan sate, rawon & pecel, kita melanjutkan perjalanan menuju Banyuwangi via Jember. Ternyata kita salah jalan. Dari Jember seharusnya kanan ke arah Banyuwangi, ternyata kita terus ke arah Bondowoso. Baru tahu nyasar setelah bertanya polisi di Bondowoso. Untungnya kita tidak perlu kembali sampai Jember karena ada jalan motong sekitar 13km dr Bondowoso.
masuk jember

Ada satu lagi insiden yang dialami sweeper (kasian deh sweepernya insiden melulu). Kali ini sedikit parah. Saya siap2nya agak lama ketika bertanya di pos polisi karena ngeluarin peta dulu. Karena berangkatnya telat saya agak ngejar rombongan. Tiba2 ada bebek yang motong dari kiri ke kanan, mau motong garis putih tidak putus2. Tabrakan tidak bisa dihindari walaupun sudah hard braking. Saya masih bisa mengendalikan motor tapi saya liat pengendara bebek terpelanting cukup keras. Sebenernya ngga ngebut banget sih, sekitar 60kph, tapi memang lagi momentum akselerasi.

Saya langsung berhenti dan menghampiri. Ternyata tidak parah & hanya berdarah kakinya. Motor juga cuma lecet2. Kebetulan tidak jauh dr pos polisi dan polisi tidak menyalahkan saya setelah mendengar penjelasan saya (karena dia mau motong garis putih). Tapi karena kasihan (bapak2 tua & berdarah), saya menawarkan bantuan biaya pengobatan, walaupun nilainya tidak seberapa. Saya juga buru2 karena harus mengejar rombongan. Total waktu yang dibutuhkan sejak tabrakan sampai jalan lagi cuma sekitar 3 menit. Hehehe

Ternyata setelah jalan baru nyadar kalo boncenger terluka. Sepertinya ankle kirinya terkena footstep motor bebek. Di banyuwangi baru terasa, berjalan saja susah. Padahal boncenger sudah menggunakan boots tinggi kulit, walaupun bukan sepatu khusus riding. Sedangkan saya sendiri memar lengan kirinya, kayaknya terkena setang motor bebek.

Perjalanan dilanjutkan melalui jalan tembus ke arah banyuwangi. Jalannya memang tidak lebar, tapi cukup mulus & sepi. Setelah sampai di jalan besar, langsung isi bensin dulu. Istirahat sebentar, tidak lupa foto2.
SPBU dekat banyuwangi

Mendekati banyuwangi, kita harus melewati jalan pegunungan yang berliku, kalo ngga salah daerah Genteng. Sayangnya jalannya rusak dan berkerikil sehingga harus berhati2 dan tidak nyaman. Kalo ga salah pegunungan ini disebut ‘Gunung Gembel’ karena banyaknya pengemis di pinggir jalan (cmiiw)
gunung gembel

Sekitar jam 12 kurang kita tiba di kota Banyuwangi. Langsung menuju tempat makan terdekat. Yang muslim langsung mengejar sholat Jumat di mesjid terdekat. Boncenger saya diberikan pertolongan pertama untuk kakinya berupa salon pas & balsem.
injured

Setelah kenyang & well rested, rombongan melanjutkan ke arah ketapang. Awan menunjukkan akan segera hujan (padahal dari surabaya cerah terus). Semua mempersiapkan rain gear lagi. Dan ternyata memang hujan antara banyuwangi & ketapang.

Support car sudah tiba terlebih dahulu di Ketapang & sudah membelikan tiket sehingga rombongan bisa langsung masuk ke kapal. Setelah parkir & lepas riding gear, beberapa tetap di bawah menunggu motor, sisanya naik ke atas untuk istirahat. Perjalanan dengan ferry Cuma memakan waktu sekitar 45 menit.
masuk ferry

dalam ferry

Turun di Gilimanuk, rombongan langsung mengisi bensin di SPBU terdekat. Jalanan lebar, mulus & sepi menanti. Lumayan fun, setidaknya untuk setengah perjalanan ke arah denpasar, karena setelah itu hujan turun lagi. Rombongan kembali melambat & kembali terpecah2. Sepertinya beberapa rekan sudah lelah fisiknya jadi pace-nya sudah tidak optimum.

Masih terang
sunny weather

Jalan mulus, kosong & lebarjalan kosong
Cruising speed: 100 kph
cruising 100 kph

Menyusuri pantai dibawah hujan
menyusuri pantai

Semakin mendekati denpasar & kuta, jalan semakin macet. Akhirnya tiba di daerah Kuta yang super-macet. Apalagi untuk multistarada yang memakai box samping, jadi semakin sulit untuk selap-selip. Monster saya yang pake sidebox E21 masih lumayan lincah selap-selip. Yang lebih parah, ternyata tidak ada yang tau lokasi hotel, jadi kita muter2 lumayan lama.
macet kuta

Ada cerita menarik saat kita muter2 cari jalan. Karena kita kepanasan banget (masih pake jas hujan), akhirnya kita berhenti di pinggir jalan, di depan rumah orang. Kebetulan pemilik rumah baru pulang dan dia terlihat excited melihat motor2 di depan rumahnya. Lalu dia masuk & keluar membawa anaknya. Ternyata pemilik rumah adalah fans berat ducati. Bahkan anaknya namanya Desmodromico (panggilannya Desmo), istilah khas teknologi mesin Ducati. Katanya sih dia pernah ketemu salah satu designer Ducati (mungkin saat berlibur di Bali), jadi anaknya dikasih nama itu.

Desmodromico
desmo

Tapi ternyata ada manfaatnya juga kita berhenti disitu. Karena kita mendapat petunjuk mengenai hotel kita yang ternyata lokasinya tidak jauh dari situ (sekitar 100m) tapi masuk ke dalam. Kalo kita ngga berhenti kemungkinan hotelnya kelewatan lagi karena menurut penjelasan orang sebelumnya yang kita tanyai, lokasinya jauh dari situ.

Akhirnya tiba di hotel, Hotel Oasis, sekitar jam 630… maksudnya 730 (udah ganti WITA). Setelah meletakkan barang, beberapa rekan ingin makan di Kuta. Lagi pada ngidam KFC, jadi kita menuju kesana. Beberapa rekan yang kelelahan memilih untuk tinggal di hotel. Boncenger saya yang terluka kakinya juga tinggal di hotel karena sakit untuk jalan.
KFC Kuta

Setelah makan ada yang ingin jalan2 lagi, saya memilih kembali ke hotel untuk mengantarkan makan malam boncenger lalu istirahat.

End of Day 3

Personally, secara jalan & rute, etape Surabaya-Bali adalah etape favorite saya. Jalannya dominan mulus, sepi, dengan pemandangan bagus. Apalagi cuacanya sebagian besar juga cerah.

By ekowd Posted in Event

One comment on “DDOC Jawa-Bali Tour Des’07… Day 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s